Cara Budidaya Udang Galah Agar Menguntungkan

udang galah

Dalam melakukan budidaya udang galah kita harus mengetahui pola kehidupannya agar bisa menghasilkan ukuran udang galah yang optimal. Berikut ini beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sebelum melakukan budidaya udang galah :

  1. Kebiasaan Makan

Pada prinsupnya udang galah bersifat omnivora, yaitu makan hewan dan tumbuhan. Di alam udang galah makan larva serangga, cacing, udang kecil, siput air, dedaunan yang lunak, biji-bijian, plankton dan detritus.

Udang galah biasanya bersifat kanibal (memakan sesamanya). Apabila ada udang galah yang sedang ganti kulit sehingga keadaannya lemah, ia akan dimakan udang galah lain. Oleh sebab itu, udang galah yang sedang ganti kulit perlu diberi pakan yang sesuai dan diberi tempat persembunyian.

  1. Kebiasaan Hidup

Udang galah setelah dewasa lebih suka hidup di perairan tawar. Selain itu udang galah mampu hidup pada ketinggian 1.000 m dpl. Kondisi air optimum untuk pertumbuhan budidaya udang galah adalah suhu 28-30 derajat celcius, pH 6,5-8,5 dan oksigen terlarut 5 ppm(mg/l).

Dalam siklus hidupnya, udang galah akan mengalami beberapa ganti kulit untuk memacu pertumbuhan tubuhnya. Rata-rata udang galah akan mengalami ganti kulit setiap 20-40 hari sekali.

Pergantian kulit pada udang dipengaruhi banyak faktor, di antaranya umur, jumlah, kualitas pakan dan kondisi lingkungan perairan. Udang galah muda yang dipelihara dengan baik akan cepat ganti kulit yang memacu pertumbuhannya. Ciri-ciri udang galah mau berganti kulit adalah nafsu makannya berkurang, malas bergerak, dan lebih banyak berlindung.

  1. Masa Reproduksi

Masa reproduksi merupakan waktu perkembangbiakan atau waktu subur untuk melakukan pemijahan dan menghasilkan keturunan. Biasanya udang galah mulai berkembangbiak pada bobot 50 gram dengan jumlah telur 15.000 – 25.000 butir. Jumlah terlur udang berbanding lurus dengan bobot udang. Semakin berat bobot udang, semakin banyak jumlah telurnya.

Pemijahan udang galah secara alami terjadi ketika induk jantan dan berina yang sudah matang gonad atau siap kawin bertemu. Proses pemijahan udang galah memerlukan watu yang singkat, antara satu sampai dua hari, berbeda dengan proses perkawinan ikan lainnya.

Udang galah melakukan pemijahan di air tawar, sedangkan penetasan telurnya terjadi di air payau. Setelah dibuahi, 2-4 hari kemudian telur akan dilepaskan pada air payau dengan salinitas 8-13 ppm. Telur akan menetas menjadi larva. Selanjutnya benih udang yang berkembang menjadi dewasa akan bermigrasi mencari perairan tawar. Siklus tersebut akan berulang kembali bila udang telah dewasa.

Itulah beberapa hal yang harus kita ketahui sebelum melakukan budidaya udang galah. Semoga penjabaran di atas dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *